Sebelumberserah diri kepada Allah, hendaknya kita terlebih. 1 Lihat jawaban Katakata Berserah Diri Kepada Allah patut direnungkan oleh semua orang sebagai ciptaan-Nya. Terkadang, tidak mudah memang untuk menjalani hidup yang seringkali jauh dari pengharapan kita selama ini. Meskipun demikian, berserah diri atau bertawakal kepada Allah haruslah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hati dan pikiran senantiasa damai. Wahaimanusia, sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan shalatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk Sebelumkita mencintai seseorang,cintalah kepada ALLAH terlebih dahulu. 58 likes. Community Kiatberserah diri kepada Allah Sentra Quran. Assalamu'alaikum, selamat datang di Toko Online Al-Quran terpecaya +62 856 76 000 67 (Telp/SMS/WA) 0 produk / Rp 0. Login / Register . Sign in Create an Account. Masuk dengan Akun Sosial Anda. Nama pengguna atau alamat email * Password * Log in. Seorangpendakwah hendaknya memulai proses dakwah dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu dengan menjadi contoh yang baik dalam berprilaku dan berkehidupan sebelum ia menyiarkan dakwah kepada orang banyak. pengertian tersebut dalam Islam disebut dengan? Amar ma'ruf Nahi munkar Haqqul yaqin Uswatun hasanah Kulil haqqa Jawaban: D. Uswatun hasanah 131Mastri ketika ingin mencapai suatu tujuan.. hendaknya kita berusaha (IKHTIAR) dengan sungguh-sungguh diiringi dengan doa. dan apabila kita telah berusaha, maka kita dianjurkan untuk berserah diri kepada Allah, apapun hasil yang diberikan oleh Allah harus kita syukuri ndak bisa basa enggre Mksh assalamualaikum mksh kak terima kasih kak Rasulullahpun sudah mengingatkan bahwa hendaknya manusia berusaha dulu sebelum bertawakal atau berserah diri. Artinya Allah tidak akan mengubah nasib dan jalan hidup manusia jika manusia tersebut tidak berusaha terlebih dahulu. Berdoa saja tidak cukup, manusia pun didorong untuk berusaha sesuai dengan logika yang berlaku. Manusiadiciptakan Allah berbekal akal. Dengan inilah kita wajib menggunakannya dalam berikhtiar sebelum bertawakal. Pada hakikatnya, tawakal adalah berusaha maksimal terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan berserah atas apapun keputusan-Nya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya penentu segala sesuatu merupakan hak otoritas Allah SWT. Ketika ikhtiar lengkap dengan tawakal telah dilaksanakan Hanyakepada Allah kita berserah diri, bukan pada beratnya ujian hidup, pada rasa cemas atau rasa takut, apalagi pada orang lain. Allah lah yang memberikan kekuatan dan yang paling layak untuk Ebx9K. Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 159. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ “Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” QS. Ali Imran 159 Kandungan Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 159. Ayat ini mengandung pesan-pesan mulia bagi umat Nabi Muhammad Saw. Melalui ayat ini Allah Swt. menyatakan bahwa Rasulullah saw. memiliki kepribadian yang lemah lembut, santun, dan berbudi pekerti luhur. Akhlak mulia Rasulullah saw. tersebut merupakan rahmat dari Allah Swt. Rahmat Allah Swt. merupakan karunia sangat berharga bagi kehidupan seorang manusia. Kita harus berusaha dan berdoa supaya mendapat rahmat dari Allah Swt. Usahausaha untuk mendapatkan rahmat Allah Swt. diantaranya dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Rasulullah saw. tidak bersikap keras dan tidak berhati kasar kepada orang-orang di sekeliling Nabi. Jika Nabi bersikap keras dan berhati kasar tentu orang-orang di sekeliling Nabi akan menjauhkan diri. Pada dasarnya setiap orang ingin diperlakukan lemah lembut dan dihargai pendapatnya. Sikap keras dan kasar kepada orang lain hanya akan menyemai permusuhan. Padahal Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama. Sikap santun, lemah lembut seperti ini harus ditunjukkan dalam pergaulan sehari-hari. Akhlak mulia seperti ini akan menarik simpati orang lain sehingga mereka makin dekat dan akrab dengan kita. Melalui ayat ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk memaafkan dan memohonkan ampun atas dosa dan kesalahan orang lain, terutama sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw. Demikian pula dengan kita, sebelum seseorang meminta maaf kepada kita hendaknya kita memberi maaf terlebih dahulu. Dengan saling memaafkan maka hidup menjadi tenang, harmonis dan tercipta kerukunan. Lebih dari itu, ayat ini juga memerintahkan untuk mendoakan orang lain agar mendapat ampunan dari Allah Swt. Berdoa kepada Allah Swt. merupakan inti ibadah dalam Islam. Melalui doa itu kita meminta segala sesuatu kepada Allah Swt. Dan kita berharap Allah Swt. mengabulkan semua doa kita. Namun, Islam mengajarkan untuk mendoakan orang lain, bukan hanya berdoa untuk diri sendiri. Di antara doa terbaik untuk orang lain adalah berdoa agar Allah Swt. mengampuni semua dosa dan kesalahannya. Nabi Muhammad Saw. adalah manusia paling sempurna di muka bumi dan tentu bisa menyelesaikan semua masalah dengan petunjuk Allah Swt. Meski demikian, Nabi Muhammad Saw. bermusyawarah dengan para sahabat untuk menyelesaikan masalah. Nabi Muhammad saw. mengajak para sahabat untuk ikut memikirkan solusi atas masalah yang dihadapi ketika itu. Musyawawah bertujuan mencari solusi terbaik atas sebuah masalah. Agar tujuan ini tercapai, perlu dijunjung tinggi etika bermusyawarah. Etika tersebut diantaranya bersikap lemah lembut, santun dalam berpendapat, menghargai pendapat orang lain, dan tidak mudah menyalahkan orang lain. Jika hasil musyawarah sudah diputuskan maka semua harus menerima dan melaksanakannya. Hasil musyawarah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan bertawakal kepada Allah Swt. Allah Swt. mencintai orang-orang yang bertawakal. Tawakal artinya menyerahkan hasil usaha kepada Allah Swt. Manusia wajib berusaha sekuat tenaga, setelah itu pasrahkan hasilnya kepada Allah Swt. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang kandungan Al-Qur’an surat Ali Imran Ayat 159. Tentang tawakkal atau berserah diri kepada Allah Swt. Semoga kita selalu optimis dan jauh dari sifat putus asa. Aamiin. Sumber Buku Pendidikan Agama Islam Kelas IX SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin. Manusia diciptakan Allah berbekal akal. Dengan inilah kita wajib menggunakannya dalam berikhtiar sebelum bertawakal. Pada hakikatnya, tawakal adalah berusaha maksimal terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan berserah atas apapun keputusan-Nya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya penentu segala sesuatu merupakan hak otoritas Allah SWT. Ketika ikhtiar lengkap dengan tawakal telah dilaksanakan, sebagai wujud mensyukuri kesempatan yang telah Allah beri, hendaknya kita mempunyai rasa berkewajiban memberikan hak pada tubuh kita beristirahat. Allah berfirman “Dialah yang menjadikan untukmu malam sebagai pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” QS. Al-Furqan 47. Kalimat untuk istirahat’ dalam ayat ini mengandung maksud menjaga kesehatan. Bekerja sesuai dengan kemampuan diri Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Mu’adz bin Rifa’ah dari bapaknya berkata Abu Bakar berdiri di atas mimbar kemudian menangis lalu berkata Sungguh Rasulullah SAW berdiri pada tahun pertama hijrah di atas mimbar kemudian menangis, dan beliau bersabda “Mintalah kepada Allah SWT ampunan afwa dan keselamatan afiyah, sesungguhnya seseorang tidak diberikan sesuatu setelah keyakinan iman yang lebih baik dari keselamatan afiyah.” Kata afiat afiyah dalam kamus bahasa Arab diartikan sebagai perlindungan Allah untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipu daya, termasuk kesehatan. Rasulullah bersabda “Tidaklah seorangpun memakan makanan sama sekali yang lebih bagus dari memakan dari hasil kerja tangannya sendiri dan Nabiyyullah Dawud dahulu memakan dari hasil kerja tangannya sendiri.” HR. Al-Bukhari. Dalam bekerja, kita seharusnya dapat memahami batasan diri, sejauh mana diri mampu melakukan pekerjaan tersebut. Jangan sampai kita merusak diri sendiri dengan dopping penggunaan obat untuk meningkatkan stamina atau performa demi kerja yang berlebihan. Bekerjalah sesuai dengan kemampuan diri. Optimalkan yang positif Sungguh Maha Besar Allah yang telah melimpahkan karunia berupa kesehatan bagi kita. Sudah seharusnya karunia sehat ini dipergunakan untuk optimalisasi kepositifan dalam diri, bukan hal negatif yang merugikan orang lain. Rasulullah bersabda ”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain .” HR. Bukhari. Banyak penunjang demi menciptakan pola hidup sehat. Makanlah makanan yang memenuhi gizi dan sesuai kemampuan masing-masing. Lakukan olahraga sebagaimana yang diperintahkan Rasul seperti berenang, memanah dan berkuda. Perlu kita yakini bahwa di balik perintah Rasul, kini berenang diakui sebagai olahraga yang paling efektif, memanah sebagai pemusatan perhatian, berkuda sebagai sarana ketangkasan diri. Cobaan yang datang kepada manusia bisa berbeda-beda dan kadarnya sesuai kemampuan masing-masing. Allah SWT sengaja memberikan cobaan tersebut dalam rangka menguji keimanan seseorang. Namun sabar ini bukan berarti sama sekali menerima dan tidak mau berusaha. Semua orang tersebut tetap dianjurkan untuk berusaha sekuat tenaga dalam rangka mengatasi apa yang menjadi masalahnya sehari-hari. Bahkan ketentuan untuk berusaha ini juga ada dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’du ayat 11. Sebagai kaum Muslim yang baik, maka hendaknya memahami maksud berserah diri kepada Allah SWT. - Berserah diri kepada Allah. Foto Unsplash Dalil tentang manusia tetap harus berusaha Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiruu maa bi anfusihim.” Ar-Ra’du ayat 11. Artinya, “Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri.” Jadi ayat tersebut sudah menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengabulkan permintaan alias doa untuk bisa mengatasi suatu masalah, kalau orang yang berdoa tersebut tidak berusaha dengan sungguh-sungguh. Jadi doa itu ibaratkan mirip dengan kunci yang sudah membukakan pintu menuju kesuksesan. Tinggal kita sebagai manusia ingin melangkah melewati pintu tersebut atau tidak. Tindakan melangkah di sini dapat diartikan sebagai usaha. Lantas apa makna sebenarnya dari berserah diri kepada Allah SWT? Berserah diri yang benar adalah sudah berusaha sekuat tenaga dan hasil yang ada masih tidak sesuai target. Hal tersebut adalah ketentuan Allah dan setiap Muslim memang diwajibkan untuk berusaha terlebih dahulu. Jadi tidak semata-mata hanya tawakal saja tapa mengusahakan sesuatu. Maka dari itu, Muslim yang baik hendaknya selalu berusaha dengan sekuat tenaga dan tidak main pasrah saja ketika ada masalah yang menghadang. Dimanapun kita hidup, namanya masalah itu pasti ada. Namun orang yang semangat akan menanggapi itu semua sebagai tantangan yang menarik. Kemudian, setiap ikthiar yang ada harus diimbangi dengan niat mencari ridha Allah SWT. Berserah diri kepada Allah SWT di kala mengalami kegagalan Kita semua pasti sering bertanya-tanya mengenai apa yang harus dilakukan saat tidak sukses. Biasanya orang yang sudah berusaha sekuat tenaga tersebut akan merasa kecewa dan putus asa. Semua itu adalah hal yang maklum, karena manusia juga punya perasaan. Hal yang paling penting adalah coba untuk berpikir positif terhadap apa yang sudah terjadi. Mungkin Allah SWT sedang menghindarkan kamu dari menghadapi orang yang luar biasa licik, atau bisa jadi kamu sedang dihindarkan dari malapetaka lainnya yang dapat mengancam nyawa. Untuk hal inspiratif lainnya, silahkan follow Muslima. TCT Terkini